Selasa, 25 Maret 2025 08:24 WIB - Dilihat: 40
Deli Serdang, elbagus.com
Program pasar murah subsidi yang dilaksanakan Pemkab Deli Serdang di 20 Kecamatan pekan lalu dinodai dengan aksi pungutan liar (pungli) oleh oknum Aparatur Sipil Negara (ASN).
Dugaan pungli ini pun sampai ke telinga Bupati Deli Serdang, dr Asri Ludin Tambunan dan membuatnya berang.
Karena produk yang dijual adalah produk yang dikhususkan untuk warga miskin yang sudah masuk Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
Karena tidak terima dengan perlakuan oknum ASN ini ia pun memerintahkan Inspektorat untuk melakukan pemeriksaan terhadap oknum ASN yang terlibat.
Informasi yang dihimpun pungli terhadap masyarakat dari program Pasar Murah Subsidi ini terjadi di Kecamatan Hamparan Perak.
Khusus di Kecamatan ini produk yang dijual seperti beras dan telur dijual dengan dinaikkan harganya Rp 1000.
Padahal telah ditetapkan oleh Bupati untuk harga dasarnya 24 ribu untuk telur per papan dan 55 ribu beras untuk perkarung dengan ukuran 5 kg.
Saat di lapangan telur dijual 25 ribu per papan dan beras 56 ribu perkarung.
Dalam kasus ini ada dua oknum pejabat yang menjadi terduga perlaku pungli yakni berinisial SS pejabat eselon III di Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) dan RF pejabat eselon IV di Kecamatan Hamparan Perak.
“Iya masih diperiksa (benarkan pemeriksaan pejabat). Ada dugaanlah (pungli). Kejadian di Hamparan Perak memang dan lagi dalam pemeriksaan yang terduga ini. Pejabat eselon III di Dinas dan Eselon IV di Kecamatan,” ujar Inspektur Deli Serdang, Edwin Nasution, Selasa (25/3/2025).
Tribun Medan sempat mencoba mengkonfirmasi SS di kantornya Selasa sore.
Namun saat itu ia belum mau berkomentar banyak. Ia mengaku haknya untuk menjawab akan dipergunakannya lebih dahulu di Inspektorat.
“Nantilah (wawancaranya) setelah aku selesai diperiksa dulu di Inspektorat baru bisa aku kasih keterangan. Sekarang belum bisa,” ujar SS.
Saat itu SS mengakui benar ada kenaikan harga seribu untuk satu item. Namun demikian saat itu ia belum mau untuk berkomentar terlalu jauh.
Ia hanya memberi gambaran yang terjadi di Kecamatan Hamparan Perak pada akhir pekan itu produk bisa banyak habis terjual tapi uang sempat tidak sesuai dengan jumlah barang yang laku.
SS sudah sempat ditegur Bupati Asri Ludin dengan keras saat momen rapat koordinasi di aula Cendana Kantor Bupati Senin, (24/3/2025) pagi.
Saat itu Bupati yang akrab disapa Dokter Aci ini begitu kecewa dengan kejadian pungli yang menimpa masyarakat.
Meski sudah memberikan program subsidi untuk beras dan telur tapi bisa berjalan tidak dengan baik dan tidak menghasilkan feedback yang bagus dari masyarakat.
“Pendataan sudah OK cuma memaksimalkan orang yang didata ini supaya dapat ternyata nggak berhasil. Belum lagi bapak yang sana itu (membilangkan ke arah SS) dinaikkannya seribu perak,” kata Aci dengan tegas di momen rapat.
Kepada Inspektur dan Sekda, Timur Tumanggor, Aci mengarahkan terbukti SS melakukan pungli maka akan dikenakan sanksi hukuman disiplin berat. Mulai dari turun pangkat setahun juga bisa dikenakan demosi atau pemberhentian dari ASN.
“Jangan coba-coba bapak naikkan di era saya. Saksinya 10 orang. Jadi menunjukkan orang salah cukup dua bukti ya pak. Main-main kalian sama saya, ngapain dinaik-naikkan 1000 Perak. Biar ini jadi pelajaran bagi ASN-ASN lain Berubah kalian di era saya,” kata Aci.
Saat itu ia pun sempat menanyai SS apakah mau mengundurkan diri sendiri, diberhentikan olehnya atau diperiksa dulu oleh Inspektorat.
Karena dijawab SS diperiksa dulu, Aci pun kembali mengingatkan padanya.
“Jangan salahkan nanti keluar LHP (laporan hasil pemeriksaan Inspektorat). Kalau LHP pungli itu kena 3 hukuman disiplin berat. Satu turun jabatan setahun kedua demosi dan ketiga diberhentikan dari ASN. Jangan coba-coba anda pungli urusan-urusan kayak gini, fatal sama saya. Orang makan aja payah kalian pungli pula seribu perak,” kata Aci.